Profil KH. Amirin Bin Kurdi

Romo KH. M. Amirin Bin Much. Kurdi Bin Abdul Halim Bin KH. Hasan, Lahir di Desa Jenggot 17 November 1946. Sosok alim dari keluarga sederhana yang tekun dan pantang menyerah dalam mencari ilmu agama.

Berawal dari pondok Kyai Abdul Jamil bin kyai As’ari Bin Kyai Khomsah Landungsari kemudian berguru pada Kyai H. Mohammad Sholeh Bagusan Pemalang bersama Kyai Amin Bin Kyai Maliki. Karena kesederhanaan dan ketaatannya pada guru sehingga KH. Amirin sempat menjadi santri kesayangan KH. Sholeh. Sampai pada waktu tertentu Kyai Abdul Jamil bin kyai As’ari mengantar langsung  ke Hadrotusyekh KH. Muslih Bin Abdurrahman Pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak.

Di Pondok Pesantren Futuhiyyah ini beliau sering menerima barokah ijazah sanad-sanad dan aurod dari ulama-ulama sepuh, diantaranya Syekh Yasin Al Padani Makkah, Kyai Hamid Pasuruan, Habib Ali Bin Ahmad Alatas dan kyai-kyai sepuh lainnya.

Sebagai sosok alim, beliau selalu menyempatkan waktu luangnya untuk bersilaturahmi dan menggali ilmu pada kyai-kyai sepuh, diantaranya Kyai Hamid Kajoran Magelang, sehingga bertemu teman ilmu. Teman candaan diantaranya Kyai Shobib Bin Abdullah bin Mahdun Jepara dan Kyai H.Chamim Jazuli (Gus Miek).

Didaerah asalnya, KH. Amirin mendirikan Majelis Ta’lim untuk menyebarkan ilmu dan berdakwah, Majlis Ta’lim ini memiliki santri tidak sedikit, bahkan setiap tahun semakin bertambah. Ketika munculnya euforia dan fanatisme partai, kelompok dan golongan, sosok KH. Amirin tidak tersentuh hingar bingar kefanaan, bahkan beliau semakin arif menyikapi situasi. Dakwahnya sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan dan tuntunan Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

Namun ALLAH SWT punya catatan sendiri pada tanggal 18 Juli 1999 M. / 4 Rabiul Awal 1420 H. malam jum’at wage jam 12 malam, ALLAH SWT menjemputnya dan satu-satunya yang diwariskan adalah ilmu dan Majelis Ta’lim. (*)

error: Content is protected !!