Profil Romo KH. Muhammad Saifuddin A.

KH. Muhammad  Saifuddin Amirin Lahir pada tanggal 17 Agustus 1975 di Kelurahan Jenggot Kecamatan Pekalongan Selatan Kota Pekalongan, satu jam setelah kelahirannya, beliau di thowafkan dan di tahnik dengan lisan mulia Habib Ali Bin Ahmad Alatas Pekalongan dan menginjak umur 2 tahun di bai’at menjadi cucu Mbah Kyai Sholeh Kebagusan Pemalang. Pada kisaran tahun 1985 beliau berguru kepada Mbah Kyai Abdul Khamid Kajoran Magelang, yang selanjutnya diteruskan ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri yang diasuh oleh KH. Idris Marzuki.

Seorang yang haus ilmu Agama Islam, ternyata dalam satu atap pesantrenpun jiwanya terus berlari berburu ilmu kepada siapapun yang menjadi panutannya. Termasuk berguru kepada Ibu Nyai Aisyah Bin Kyai Abdul Karim Lirboyo Kediri, dan bertemu dengan Mbah Kyai Umar Faruq Bin Kyai Imam Kholil Rerang Rembang yang juga menjadi gurunya. Dan pada saat berada di pondokpun beliau belajar pada Habib Ahmad Bin Ali Bin Ahmad Alatas.

Seiring berjalannya waktu di tahun 2003, berguru kepada Mbah Kyai Dimyati Amin Pandeglang Banten dan ditahun berikutnya berguru kepada Sayyid Muhammad Bin Alawy Almaliki dan Sayyid Abbas Bin Alawy Almaliki. Tahun 2005 menimba ilmu dari Tuan Guru Muhammad Zaini Abdul Ghoni (Guru Ijai) Martapura Kalimantan Selatan, serta berguru kepada Tuan Guru Abdul Syakur pimpinan Pondok Darussalam Dalam Pagar Banjarmasin. Dalam perjalanan panjangnya berburu ilmu agama islam, sampai bertemu dengan Habib Umar Bin Khafid Haromaut Yaman.

Pada tahun 2006 Sayyid Abbas bin Alawi Al Maliki sewaktu beliau berkunjung ke rumah KH. Muhammad  Saifuddin Amirin memberikan nama untuk Majlis Ta’lim yang diasuhnya, Majlis Ta’lim itu diberi nama Majlis Ta’lim Al Maliki.

Seperti tak ada jeda dalam setiap langkah KH. Muhammad  Saifuddin Amirin, dalam usianya yang relatif masih muda itu, tak bergeming oleh hingar bingar teman seusianya, beliau seperti sudahmenemukan jalan di jamannya, sehingga tidak lain jiwanya hany untuk berburu ilmu agama dan terbukti sampai di era milenium ini beliau telah menemukan ilmu agama dari berbagai guru yang jumlahnya tidak terbatas, seperti : Sayyid Umar Bin Khamid Al Jilani Makkah, Sayyid Ayyub Al Ahdal Makkah bahkan disana beliau mendapat Shahadah (Sertifikat) Madrasah Saulatiyah. Mbah Kyai Shobib Japara, Habib Husain Bin Abdullah Asefaf Gresik.

KH. Muhammad  Saifuddin Amirin juga mendapat ijazah mutlak, untuk kitab atau aurod dari Sayyid Ahmad Bin Muhammad Al Maliki Makkah dan tahun 2007 mendapat ijazah dari Habib Salim Bin Abdullah Al Satiri Yaman.

Pada dekade ini KH. Muhammad  Saifuddin Amirin bertukar fikir dan diskusi dengan KH. Drs. Muhtar Adam dan Dr. H. Fadlullah M. Sa’id, MA. (Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Ciburial Bandung).

Majlis Ta’lim mulai memakai nama Majlis Ta’lim Al Maliki sejak tahun 2010.

Pada tanggal 22 Mei 2014, Yayasan Al Maliki Indonesia Pekalongan telah resmi disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. dengan SK Menkumham No. AHU-01743.50.10.2014.

Pada tanggal 18 November 2014 mengadakan peresmian Yayasan Al Maliki Indonesia Pekalongan dengan mengundang salah seorang da’i kondang yang bernama Ust. Yusuf Mansur dari Jakarta yang diselenggarakan di Masjid Agung Al Jami’ Pekalongan. (*)

error: Content is protected !!