Selamat Datang di ALMALIKI PEKALONGAN

MTs Al-Maliki Cendekia

Pondok Pesantren Salaf Al-Maliki

Majelis Taklim Al-Maliki

Sejarah Al-Maliki Pekalongan

Mata Air di Tengah Padang Gersang

Era 1970-an merupakan masa-masa sulit bagi bangsa Indonesia. Bayang-bayang kelam yang sempat menyelimuti wajah negeri yang gemah ripah loh jinawi ini, masih saja menyisakan bekas. Senyum wajah negeri ini pun tampak belum sepenuhnya memperlihatkan kelegaan. Tarikan napasnya terdengar berat. Mengisyaratkan ada sesuatu yang masih membebani. Apalagi setelah dalam masa dasa warsa sebelumnya dihadapkan pada peristiwa yang begitu rumit. Ia prihatin manakala terkenang rentetan peristiwa dalam masa sepuluh tahun itu. Dan ia, hanya bisa mengelus dada manakala terdengar suara-suara sumbang di sana-sini, kala itu, menyoal peristiwa-peristiwa di masa itu. Ditambah lagi dengan keadaan rakyat negeri yang belum juga pulih ekonominya yang berakibat kurang baik bagi keadaan sosialnya.

Keadaan ini membuat sebagian masyarakat nyaris kehilangan akal sehatnya. Kecenderungan cara pandang sebagian masyarakat terhadap pemikiran yang dipersempit oleh sikap fanatisme ideologis justru mempertajam jurang kesenjangan sosial. Tak pelak lagi, ketimpangan sosial pun makin menemukan bentuknya yang hampir sempurna, di seluruh aspek kehidupan. Termasuk di dalamnya, pada wilayah pelaksanaan atas pokok-pokok ajaran agama, lebih khusus lagi pokok-pokok ajaran Islam.

Yayasan

Yayasan Al Maliki Indonesia Pekalongan dengan SK Menkumham No. AHU-01743.50.10.2014. Peresmian Yayasan Al Maliki Indonesia Pekalongan dilakukan pada tanggal 18 November 2014 dengan mengundang Ust. Yusuf Mansur yang dilaksanakan di Masjid Agung Al Jami’ Pekalongan.

Majelis Taklim

Sebagai upaya membangun santri yang berakhlakul karimah, berkualitas, dan kompeten dengan perubahan zaman, Romo KH. Muhammad Saifuddin Amirin terbesit niatan tulus untuk membangun sebuah Pondok Pesantren Al-Maliki demi memperluas dakwah islamiyah yang rahmatan lil 'aalamin.

Pondok Pesantren

Majelis yang didirikan oleh Romo KH. M. Amirin bin M. Kurdi pada tahun 1973, yang rutin melakukan pengkajian kitab kuning setiap malam ahad dan malam rabu. Kemudian pada tahun 1999, setelah Romo KH. M. Amirin wafat, Majelis Talim Al-Maliki dilanjutkan oleh Romo KH. Muhammad Saifuddin Amirin.

Pondok Pesantren Al-Maliki Pekalongan

PARTISIPASI PEMBANGUNAN
Mari ikut berpartisipasi dalam pembangunan Pondok Pesantren
ALMALIKI PEKALONGAN melalui rekening atas nama:

"YAYASAN ALMALIKI INDONEISA PEKALONGAN"
Narahubung:
logo-almaliki-pekalongan-putih

@2023 MULTIMEDIA – ALMALIKI PEKALONGAN

error: Content is protected !!