Kota Pekalongan – ALMALIKIPEKALONGAN.NET – Kepala MAN IC Pekalongan, Khoirul Anam, M.Pd.I., beberkan rahasia menjadi santri sukses pada acara penerimaan santri baru MTs ALMALIKI CENDEKIA Boarding School, Minggu (21/07/24). Dalam sambutanya, sosok orang nomor satu MAN IC Pekalongan yang akarab disapa Pak Rektor itu menyampaikan,
“Jika ingin menjadi santri sukses lakukan 4 hal, kata Pak Kyai…,” kata Pak Rektor.
Pertama, niat mencari ilmu. Beliau mengutip QS. Al-Mujadalah ayat 11.
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ
“Yang diangkat oleh Allah itu bukan karena nilainya baik, akan tetapi karena mempunyai ilmu,” tegas Bapak Khoirul Anam.
Kedua, adab. Adab di atas ilmu.
“Apa artinya insan cendekia kalau sama orang tuanya nggak ta’at, sama ustadz-ustadzahnya nggak ta’at, sama Kyainya nggak ta’dhim?
Ketiga, mempunyai harapan untuk membahagiakan kedua orang tua kita.
Ridha Allah ada pada ridha kedua orang tua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)
Kisah Berbuah Manis Berkat Ta'at Pada Orang Tua
Kepala MAN IC Pekalongan berbagi pengalaman menarik terkait harapan membahagiakan orang tua yang membuahkan kisah manis. Beliau menceritakan usai lulus SMP beliau ingin sekali mondok di Lirboyo, karena teman-teman ayah beliau mondoknya di Lirboyo. Namun siapa sangka Ayah beliau menginginkan putranya melanjutkan studi kependidikan guru agama. Karena ta’atnya beliau kepada orang tua akhirnya beliau memutuskan untuk mengikuti arahan ayahandanya.
Setelah 27 tahun berlalu, beliau berkesempatan sowan langsung dengan para masyayikh lirboyo dan Kyai-Kyai alumni Lirboyo dengan wasilah Romo KH. Muhammad Saifuddin Amirin.
“Setelah sekitar 27 tahun baru terjawab, bisa sowan kepada kyai-kyai sepuh di Lirboyo, tapi nggak berani kalau tanpa wasilah beliau (Romo KH. Muhammad Saifuddin Amirin).”
Generasi Ulul Albab
Sepak terjang siswa-siswi MTs ALMALIKI CENDEKIA tidak bisa dianggap sebelah mata. Meski baru angkatan pertama, prestasi MTs ALMALIKI CENDEKIA sudah berani diadu dengan MTs atau SMP lain yang sudah berdiri lama. Terbukti dari prestasi MTs ALMALIKI CENDEKIA berhasil lolos OPSI yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional.
“(Santri MTs Al Maliki Cendekia) dikhittah menjadi ulul albab, ketika dia duduk, berbaring, bahkan laripun mengingat kebesaran Allah. Karena ini adalah generasi-generasi ulul albab, generasi menjadi seorang peneliti,” tambah Kamad MAN IC Pekalongan.
“Tidak salah orang tua yang menyekolahkan anaknya di MTs ALMALIKI CENDEKIA. Beliau (Romo KH. Muhammad Saifuddin Amirin) bagian IMTAQnya saya bagian IPTEKnya. Beliau berhati Makkahnya saya berotak Jermannya, kami berkolaborasi,” jelas Pak Rektor.
Kurikulum Pendidikan ALMALIKI CENDEKIA berada dalam naungan MAN IC Pekalongan, dengan penjamin mutu langsung dari MAN IC Pekalongan, Ustadz Nabih Siddiqi, Lc., M.Si. Terkait dengan mutu MTs ALMALIKI CENDEKIA, Romo KH. Muhammad Saifuddin Amirin dalam berbagai kesempatan mengajak ustadz-ustadzah MTs ALMALIKI CENDEKIA melakukan studi wawasan terhadap beberapa sekolah favorit di berbagai kota.
“Ada Semesta kita datangi, sekolah bagus di Purwokerto kita datangi. Belajar dari mereka untuk meningkatkan kualitas MTs ALMALIKI CENDEKIA,” tutur Romo KH. Muhammad Saifuddin Amirin.
MTs ALMALIKI CENDEKIA juga mengusung konsep boarding school, selain menjadi siswa akademisi juga menjadi santri di PP. ALMALIKI Pekalongan, yang lekat dengan pembelajaran kitab kuning.
“Tidak hanya dari segi sikap yang akan berubah tapi juga dari akademisnya,” ungkap Kamad MTs ALMALIKI CENDEKIA, Anas Yoga Nugroho, S.Si., M.Si.
Angkatan Kedua MTs ALMALIKI CENDEKIA ini dikukuhkan dengan nama Birrun Generation, yang beranggotakan 32 siswa/i. Setelah proses seleksi yang ketat, Birrun Generation ini juga melewati serangkaian psikotes guna menyaring potensi akademis dan bakat masing-masing siswa yang kemudian akan dibina dan dikembangkan sesuai dengan potensi masing-masing.
Hadir pula dalam penerimaan santri baru MTs ALMALIKI CENDEKIA, perwakilan Kapolres Pekalongan Kota, penjamin mutu MAN IC Pekalongan Andri Agustina, M.Si., orang tua santri dan tamu undangan.(*)










































