Syekh Muhammad Ibn Amin Al-Jailani Mengajak Santri Belajar Kesabaran dan Makhorijul Huruf dalam Dauroh Kitab di PP. Al-Maliki Pekalongan

Kota Pekalongan – ALMALIKIPEKALONGAN.NET- Cicit Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Syekh Muhammad bin Amin Ad-Duhaiby Al-Jailani dari Lebanon hadir di PP. Al-Maliki Pekalongan (11/05/2025). Dalam kehadirannya tersebut beliau membedah dan mengijazahkan kitab kepada santri PP. Al-Maliki Pekalongan.

KH. Muhammad Saifuddin Amirin, pengasuh PP. Al-Maliki Pekalongan menceritakan silsilah Syekh Muhammad bin Amin Al-Jailani. Ayahnya Syekh Amin Ad-Duhaiby Al-Jailani memiliki hubungan yang erat dengan Al-Maliki. Datuknya beliau disebut Ad-Duhaibi  karena datuknya tersebut gemar melakukan perjalanan jauh melintasi dunia. Syekh Muhammad bin Amin Al-Jailani merupakan cicit  ke28 Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, ulama besar dan pelopor sufi yang sangat masyhur, yang memiliki banyak karangan kitab dan segudang karomah.

“Syekh Abdul Qodir Al-Jailani memiliki berbagai keramat, dan keramat terbesar beliau adalah ittiba’ dengan Rosulullah saw. Syekh Abdul Qodir Al-Jailani senantiasa berpegangan pada ajaran Al-Qur’an dan hadits-haditsnya Rosulullah saw,” tutur KH. Muhammad Saifuddin Amirin.

Syekh Muhammad bin Amin Al-Jailani mengupas kitab Thouqul ‘Itq ‘Ala Arba’iiniyyatir Rifqi karya Syekh Thoriq Ibn Muhammad Sardar Ali, yang berisi 40 hadits tentang kelembutan di hadapan santri PP. SALAF AL-MALIKI dan Santri PP. ALMALIKI CENDEKIA di Joglo Kyai Ageng Pekalongan.

“Saya senang karena bertemu, insya Allah semua hajat qobul, Insya Allah,” ungkap Syekh Muhammad.

Agama yang diturunkan kepada Rosulullah saw adalah agama kasih sayang, agama yang berisi kelembutan. Syekh Muhammad bin Amin Al-Jailani menerangkan bahwa sifat dari seorang muslim saljng santun dan saling mema’afkan.

“Kalau ada suatu kaum yang dikehendaki oleh Allah swt, maka penduduknya akan diliputi  dengan kasih sayang. Namun jika ada suatu kaum yang tidak dikehendaki oleh Allah swt, maka penduduknya pasti penuh dengan permusuhan. Kalo kita mau termasuk golongan orang yang rofiq, maka kita juga harus menjadi lembut. Golongan yang akan mendapat naunganya Allah,” tutur Syekh Muhamamd melalui penerjemahnya, Ustadz Alvin Hidayat.

Syekh Muhammad bin Amin Al-Jailani juga menceritakan salah satu sosok ‘ulama yang  patut dijadikan teladan dalam kesabaran. Suatu ketika beliau berjumpa dengan Kyai Abu Yazid Busthomi dari Bogor yang pada saat itu berusia 128th. Kemudian Kyai Abu Yazid Busthomi memberi nasehat kepada Syekh Muhammad Amin, “Hai Syekh Muhammad, harus latihan sabar, karena sampai sekarang saya juga masih belajar sabar.” Meskipun gurunya sudah berusia 128th namun tetap belajar sabar.

Dalam kesempatan tersebut Syekh Muhammad bin Amin Al-Jailani juga mentahsin bacaan Al-Qur’an santri PP. Al-Maliki Pekalongan. Beliau menerangkan sifat-sifat dan makhorijul huruf dengan memberikan contoh secara langsung, dan menyertai santri untuk bersama-sama mempraktekannya. Semoga dengan kehadiran Syekh Muhammad bin Amin Ad-Duhaiby Al-Jailani di ALMALIKI mengalirkan barokah ilmu dan manfa’at untuk PP. ALMALIKI, terkhusus untuk para santri, aamiin allahumma aamiin…(*)

error: Content is protected !!